Kajian Kelitbangan Partisipatif di kecamatan dukuhturi

PicsArt_04-19-04.09.07

Rabu, 19 April 2017 di pendopo Kecamatan Dukuhturi telah terselenggaranya Kajian Kelitbangan Partisipatif oleh Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal. Dihadiri pula oleh Sekretaris Kecamatan Prihartono,S.STP, MPSSp dan Kabid Kelitbangan dan Pengelolaan Data Riesky Trisbiantoro,Sendiri,MA,MT dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat. Dalam diskusi ini masyarakat diberi kesempatan untuk mengemukakan isu-isu atau permasalahan yang ditemui di lingkungan masing-masing agar Pemerintah Kabupaten Tegal dapat mengambil keputusan yang dalam hal ini untuk perumusan RKPD Tahun 2018. Menggunakan metode master plan, setiap orang diberikan kesempatan untuk menulis setiap masalah dan digolongkan melalui klasifikasi yang sudah ditentukan pada bidang kesehatan, infrastruktur, ekonomi, sosial/pendidikan, pertanian dan lain-lain. Untuk Kecamatan Dukuhturi sendiri ditemui banyaknya permasalahan di bidang infrastruktur, sosial/pendidikan. Sama halnya dengan Kecamatan Bojong dan Margasari di bidang infrastruktur banyak warga mengeluhkan mengenai jalan yang rusak dan penerangan lampu jalan yang kurang dimalam hari. Keluhan masyarakat ini tentunya akan menjadi crosscek bagi Bappeda dan Litbang untuk melakukan penelitian dalam kebenaran dan mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Di bidang sosial/pendidikan kebanyakan masyarakat Kabupaten Tegal mengalami putus sekolah karena kurangnya biaya untuk melanjutkan pendidikan. Ini tentunya akan menjadi masalah yang besar jika tidak segera ditangani. Di bidang kesehatan saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan mengenai penyakit DBD yang kini sedang menyebar dibeberapa desa di Kabupaten Tegal ini juga perlu tindakan untuk meminimalisir angka kematian akibat DBD. Banyaknya keluhan masyarakat ini akan menjadi perhatian khusus untuk Pemerintah Kabupaten Tegal dalam perumusan kegiatan dan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

Selengkapnya

KAJIAN KELITBANGAN DI KECAMATAN MARGASARI

PicsArt_04-13-03.51.34

Kamis, 13 April 2017 telah terlenggarakan kegiatan Kajian Kelitbangan Partisipatif masih dengan tema yang sama di balai Desa Margasari Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Dalam Kesempatan ini dihadiri pula oleh Camat Margasari R. Bambang Suliarso, BA dan Sekretaris Kecamatan Margasari yaitu Teguh Mulyadi ,SKM, M.Si. dan Kepala Bidang Kelitbangan dan Pengelolaan Data Riesky Trisbiantoro, SE, MA, MT, dan tokoh perwakilan dari beberapa desa di Kecamatan Margasari. Dalam Diskusi ini didapati masih banyak permasalahan yang terjadi di beberapa desa di kecamatan Margasari terutama dibidang kesehatan, lingkungan, sosial dan pertanian. Dibidang kesehatan didapati kurang mendukungnya sarana dan prasarana yang ada dipuskesmas sehingga mengharuskan untuk dirujuk ke rumah sakit daerah. Ini dirasa memberatkan bagi masyarakat miskin karena biaya perawatan di rumah sakit cukup besar dan masih banyak pula masyarakat miskin yang beum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat dengan alasan hanya pendataan saja namun belum terealisasikan. Sealain itu, di bidang lingkungan masyarakat banyak mengeluhkan tentang sikap perusahaan swasta yang tidak memperhatikan limbah dari hasil pabriknya yang kebanyakan membuang di lingkungan masyarakat sehingga mengganggu kesehatan warga. Lalu, di bidang sosial banyak warga yang meresah karena maraknya perjudian togel dan mabuk-mabukan di lingkungan sekitar. Berharap adanya tindak lanjut secara tegas oleh Polres untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Selain itu, maraknya pergaulan bebas yang membuat prihatin masyarakat karena kebanyakan pelakunya adalah anak yang masih sekolah. Banyak diantaranya yang hamil diluar nikah, sehingga masyarakat resah terhadap anak mereka takut terjerumus dengan pergaulan bebas saat ini. Kemudian mengenai bidang pertanian, kurangnya pembangunan irigasi yang memadai dan mahalnya harga pupuk pertanian. Warga mengusulkan agar pupuk subsidi pemerintah agar diberikan langsung kepada petani tidak melalui toko pertanian yang dirasa memberatkan petani. Dengan berbagai masalah ini, akan menjadi pertimbangan bagi BAPPEDA dan LITBANG Kabupaten Tegal untuk menemukan solusi yang tepat dan menjadikan perumusan RKPD Tahun 2018.

Selengkapnya

kegiatan kelitbangan di kecamatan bojong

PicsArt_04-12-03.18.00

Rabu, 12 April 2017 telah dilaksanakan acara Kegiatan Kajian Kelitbangan Partisipatif dengan tema "Menggali Permasaahan Pembangunan dan Isu-Isu Strategis Kabupaten Tega Sebagai Bahan Penyusunan RKPD Tahun 2018" bertempat di Balai Kecamatan Bojong. Dihadiri oleh Kepala Bidang Kelitbangan dan Pengelolaan Data Riesky Trisbiantoro, SE, MA, MT , Kepala Bidang Perencanaan dan Penganggaran Program M. Faried Wijdy, S.Sos.MSI dan Camat Bojong Muktarom, S.IP beserta tokoh masyarakat dari beberapa desa di Kecamatan Bojong. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menampung berbagai masalah yang ditemui pada lingkungan masyarakat yang dapat menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Tegal.Berbagai masalah yang dialami masyarakat mulai dari bidang sosial yang didapati masih banyaknya pengangguran dan kemiskinan yanayg terjadi serta banyaknya anak putus sekolah dan sebagainya. Selain itu, di bidang Infrastruktur ditemui banyaknya masalah mengenai jalan yang masih rusak atau berlubang dan beberapa titik jalan di Bojong ke arah Bumijawa masih ada jalan yang kurang penerangan bahkan tidak ada penerangan sama sekali padahal jalan tersebut sering dilalui masyarakat. Dan di bidang kesehatan, masyarakat banyak mengeluhkan pelayanan puskesmas didesa mereka terutama desa sunarsih mereka mengaku puskesmas dibuka terlalu siang tidak sesuai jadwal yang ada sehingga masyarakat yang membutuhkan perawatan mengharuskan periksa di Bidan terdekat sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas dan perlu adanya penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat yang kesadarannya masih rendah serta adanya wabah penyakit gatal yang perlu diwaspadai dibeberapa desa di Bojong. Di bidang lain Pertanian, mereka mengeluhkan agar dibuat jalan khusus untuk pertanian agar memudahkan mereka dalam bertani serta dibuatnya irigasi yang memadai. Selain itu, adapula permasalahan lainnya seperti sampah diketahui banyaknya sampah di vila-vila di objek wisata GUCI ini mereka mengeluhkan karena pembuangan sampah di sungai atau bahkan di irigasi pertanian sehingga merugikan petani. Segala permasalahan yang ada ini, akan ditampung oleh BAPPEDA dan LITBANG Kabupaten Tegal untuk menyusun pengajuan kepada Bupati Tegal Enthus Susmono agar ditindaklanjut. Dari hasil diskusi ini dapat kita ketahui bahwa ternyata masih banyak sekali permasalah di Kecamatan Bojong yang masih perlu dibenahi secara menyeluruh. Kegiatan ini juga akan berlangsung dibeberapa Kecamatan Kabupaten Tegal yang akan dibahas kembali permasalahan yang ada dilingkungan masyarkat untuk dapat pertimbangan dalam penyusunan RKPD Tahun 2018 dan menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.Dan kedepan dapat segera terlaksana solusi dari permasalahan yang telah dikemukakan oleh tokoh masyarakat ini untuk membangun Kabupaten Tegal yang lebih baik lagi.

 

Selengkapnya

Formulir dan Surat Pernyataan KRENOVA 2017

Berikut kami lampirkan berupa formulir pendaftaran dan surat pernyataan KRENOVA Tahun 2017 yang bisa diisi masing-masing calon peserta KRENOVA Tahun 2017 mohon untuk digunakan sebaik-baiknya. 

FORMULIR PENDAFTARAN dan SURAT PERNYATAAN KRENOVA

Selengkapnya

Sosialisasi untuk kemandirian masyarakat semedo

IMG_20170404_144556

Selasa, 4 April 2017 bertempat di Ruang Rapat Loka Bina Cipta BAPPEDA dan LITBANG Kabupaten Tegal berlangsung Sosialisasi mengenai kemandirian masyarakat semedo. Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial BAPPPEDA dan LITBANG Kabupaten Tegal Drs.Akhmad Uwes Q.,MT yang memberikan arahan untuk mewujudkan desa semedo lebih maju lagi. Selain itu pula dihadiri Bapak Kepala Desa Semedo dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat dan kelompok bina desa Semedo. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Tegal. Seperti diketahui, desa semedo memiliki potensi yang baik dilihat dari potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan penemuan beberapa fosil pra sejarah yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke Semedo. Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal membuat rencana pembangunan Museum Semedo yang kini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan Tahun 2017 selesai pembangunannya. Dengan adanya museum ini, masyarakat dapat berperan aktif untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang ekonomi masyarakat desa dengan membuat beberapa usaha yang dapat dikembangkan. Kemandirian disini sangat diperlukan agar tercipta desa semedo sebagai desa wisata yang dapat menjadi unggulan masyarakat Kabupaten Tegal. Dibentuknya beberapa kelompok bina desa semedo juga diharapkan dapat merangkul masyarakat untuk bergerak aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa semedo. 

Selengkapnya