Monthly Archives August 2018

loka karya kkn universitas jenderal soedirman 2018

IMG-20180821-WA0009

Kuliah Kerja Nyata menjadi program perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi dalam membantu proses pembangunan di wilayah pedesaan. Bantuan yang diberikan berupa solusi terhadap  permasalahan  yang  muncul  dalam  kehidupan  dimasyarakat  sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.Kuliah Kerja Nyata menjadi program perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi dalam membantu proses pembangunan di wilayah pedesaan. Bantuan yang diberikan berupa solusi terhadap  permasalahan  yang  muncul  dalam  kehidupan  dimasyarakat  sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Pada tahun 2018, Unsoed menyelenggarakan KKN di Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Untuk periode KKN bulan Juli-Agustus terdapat  dua kecamatan  di  Kabupaten Tegal  yang menjadi  tempat  mahasiswa Unsoed melaksakan KKN yaitu Kecamatan Margasari dan Kecamatan Pagerbarang. Untuk masing-masing kecamatan Margasari dan Pagerbarang terdapat 13 desa yang menjadi lokasi KKN dari 14 kelompok KKN Unsoed. KKN Unsoed periode Bulan Juli-Agustus dimulai pada tanggal 19 Juli dan berkahir pada tanggal 22 Agustus 2018.

Dalam kegiatan KKN Unsoed terdapat 4 pilar/bidang yang harus mahasiswa lakukan antara lain bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan lingkungan. Empat pilar tersebut merupakan bidang-bidang pemberdayaan yang harus mahasiswa lakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang ada dimasyarakat. Peran dari mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman dilaksanakan dalam bentuk yang sesuai dengan permasalahan yang terdapat di Kecamatan Margasari dan Pagerbarang Kabupaten Tegal. Penyelenggaraan kegiatan ini dilaksanakan untuk lebih aktif, kreatif dan dinamis dalam melaksanakan pembangunan. Hal ini akan tercapai melalui dukungan dan bantuan dari semua pihak antara lain Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Swasta ataupun Masyarakat.

 

Selengkapnya

Pengembangan kewirausahaan pemuda dikabupaten tegal

Humas Pemkab. Tegal on Instagram_ _Pemkab Tegal Do(JPG)

Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya mewujudkan Kabupaten Tegal sebagai Kabupaten Layak Pemuda. Salah satunya dengan mengakselerasi pertumbuhan pengusaha pemula dengan menciptakan wirausahawan muda. Perlu kita pahami bersama, bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh jumlah wirausahanya. Bagaimana upaya menciptakan kemakmuran dan kemajuan ekonomi melalui penciptaan entrepreneur. Hal tersebut disampaikan oleh Plt.Bupati Tegal, Umi Azizah saat membuka acara Rakor Kewirausahaan Pemuda di Gedung Dadali. Dalam rakor tersebut, hadir langsung Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI Imam Gunawan serta Ketua Dewan Pengawas Pupuk, Kawi Boedisetio sebagai narasumber.

"Semakin besar jumlah wirausahawan, semakin maju dan mapan pula daerah itu," ujar Umi, Senin(20/8).

Sektor ekonomi kreatif, menurut Umi, saat ini menjadi sektor yang banyak digeluti wirausahawan muda dalam memulai merintis usahanya. Harapan Umi, dalam menumbuhkan wirausahawan pemuda di Kabupaten Tegal,dapat menjadi solusi cerdas untuk mengatasi potensi permasalahan. Diantaranya, seperti bonus demografi. Dimana penduduk usia produktif akan lebih banyak dibanding penduduk usia tidak produktif.

"Tahun 2020 mendatang, setiap 100 orang penduduk Kabupaten Tegal dari 51 orang yang berusia produktif. Akan terus meningkat di tahun 2030."terangnya. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Tegal perlu upaya sinergis untuk memfokuskan pembangunan kewirausahaan pemuda. Antara lain, pemenuhan regulasi yang memberi ruang bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Di sektor ekonomi, Pemerintah memberi akses kepada pemuda untuk berperan secara ekonomi dalam bingkai ekonomi kreatif dan wirausaha. "Selain itu, Pemerintah memfasilitasi ruang publik bagi pemuda untuk berekspresi." tuturnya.

Sementara untuk penyediaan ruang publik, Pemkab Tegal telah membangun working space di kawasan TRASA Slawi sebagai inkubator bisnis bagi UMK pemula yang sarat penggunaan teknologi informasi sebagai media branding dan pemasaran.

Selengkapnya

loka karya kkn tematik ipb bogor

IMG_20180820_150439

Senin, 20 Agustus 2018 telah diselenggarakan loka karya KKN Tematik IPB Bogor sebagai pelaporan akhir dalam kegiatan KKN di Kabupaten Tegal yang telah berlangsung selama 40 hari. Diikuti oleh 144 mahasiswa dari fakultas Sekolah Bisnis dan Pertanian. Dengan tema "Pengembangan Pertanian Terpadu Berbasis Sumber Daya Wilayah dalam Meningkatkan Kemadnirian Pangan, Peningkatan Ekonomi Wilayah dan Kelestarian Lingkungan".  KKN berlangsung di wilayah di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Adiwerna, Dukuhturi, Talang, Bojong dan Bumijawa dengan 20 Desa di kecamatan tersebut. Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Muchtar Mawardi,SKM,M.Kes selaku Sekretaris Bappeda dan Litbang dan para dosen pembimbing lapangan dari IPB Bogor. Dalam sambutannya Sekretaris Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal mengucapkan banyak terimakasih atas terselenggaranya KKN Tematik IPB yang terus secara berkala diselenggarakan di wilayah Kabupaten Tegal sebagai salah satu konsistensi dari kerjasama yang baik selama 5 tahun ini bersama Kabupaten Tegal. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus diselenggarakan dan program-program KKN dapat terus diterapkan dimasyarakat.

Beberapa kegiatan dilaksanakan dengan baik oleh para mahasiswa mulai dari sosialisasi, kegiatan posyandu dan pengembangan klinik pertanian di wilayah Bojong dan Bumijaw dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa rekomendasi untuk optimalisasi klinik pertanian yang telah dianalisis oleh para mahasiswa pertanian IPB dengan mempertimbangkan beberapa keluhan dari petani dan diskusi bersama SKPD terkait agar nantinya klinik pertanian dapat berkembang dan dapat berguna secara maksimal untuk para petani.

  1. Peningkatan anggaran dapat dimanfaatkan untuk menambah jumlah sukarelawan, meningkatkan program penyuluhan untuk mencerdaskan petani, dan modal digunakan untuk produksi masal agen hayati.
  2. Penambahan SDM untuk mengatasi berbagai kelemahan akibat kurangnya SDM.
  3. Setiap desa memiliki perwakilan yang terintegrasi dengan klinik pertanian agar program klinik pertanian dapat dilaksanakan secara merata di seluruh desa
  4. produksi masal agen hayati untuk mengatasi permasalahan HPT di Kabupaten Tegal.
  5. Memanfaatkan kolaborasi dengan IPB dalam penyediaan dan inovasi-inovasi PHT.
  6. Adanya penyuluhan mengenai Pengendalian Hama Terpadu.
  7. Program pelatihan pembuatan agen hayati dan pestisida nabati.
  8. Membagikan produk agen hayati dan pestisida nabati secara gratis dan berkala.
  9. Monitoring pengendalian HPT di lahan pertanian Kabupaten Tegal secara rutin dan berkala.
Selengkapnya

outbond krenova 2018

DSC_8231

Rabu, 15 Agustus 2018 bertempat di Desa Wisata Cempaka para finalis Lomba Krenova Kabupaten Tegal Tahun 2017 menjalani Orientasi Outbond Krenova bersama dengan Kelompok Pokdarwis Cempaka yang nantinya para peserta akan masuk ke penjurian Gelar Produk Krenova yang akan diselenggarakan pada hari Senin-Selasa, 3-4 September 2018 di Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal. Diikuti oleh para finalis kategori pelajar dan kategori umum sangat antusias pada acara outbond tersebut. Dengan berbagai permainan yang membutuhkan kerjasama yan kompak satu team dan kesabaran membuat outbond ini terasa sangat asik diikuti. Para pembimbing pun ikut mendampingi dan bahkan pula mengikuti outbond ini. Dalam kegiatan ini para finalis dapat saling mengenal satu sama lain untuk manjalin tali silaturahmi. Diharapkan dalam acara ini juga memberikan refreshing sejenak untuk para finalis yang nantinya bulan depan akan bersaing dalam penjurian agar mereka lebih fokus pada penilaian nantinya.

 

 

 

Selengkapnya

penarikan kkn ppm universitas gadjahmada periode 2 tahun 2018

 IMG-20180811-WA0010

Penarikan KKN PPM Universitas Gadjahmada Yogyakarta berlangsung di Pendopo Kecamatan Kedungbanteng pada Jumat, 10 Agustus 2018. Diikuti oleh 30 Mahasiswa beserta Pembimbing Lapangan dan Kepala Desa Semedo serta Camat Kedungbanteng. KKN PPM Universitas Gadjahmada ini berlangsung pada tanggal 26 Juni sampai 10 Agustus 2018 dengan tema Pengembangan Desa Wisata. KKN PPM Universitas Gadjahmada Yogyakarta pada intinya semua program dapat berjalan dengan baik walapun terdapat beberapa kendala namun kendala tersebut dapat diatasi dengan baik senhingga program – program yang dijalankan dapat terlaksana. Terlihat juga bahwasannya kerjasama antara tim kluster berjalan dengan baik sehingga sebagian besar program – program yang di rencanakan dapat terlaksana Mayoritas kendala utama dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah antusiasme dan partisipasi warga. Waktu pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan musim panen petani Jagung menimbulkan kesulitan dalam menyesuaikan jadwal kegiatan dengan waktu luang warga desa. Untuk menyiasati hal tersebut, beberapa program diubah sistemnya menjadi door-to-door agar interaksi dengan warga dapat tetap berjalan. Beberapa program lain yang tetap menggunakan sistem lecture disiasati dengan berpartisipasi di kegiatan desa (mis. Jamiyahan, TPQ, dll.) agar materi dapat tetap disampaikan tanpa perlu mengambil waktu luang warga desa.

Selengkapnya